Yogyakarta di hari kedua 20 Desember 2022....................
Datang terlalu pagi, wisata
Taman Sari belum dibuka. Kemudian ada seorang Bapak paruh baya (kita sebut aja
pemandu, karena tidak tau namanya hehe) menyapa dengan ramahnya dan mengajak keliling
sembari menceritakan sisi bagian belakang taman sari.
Mulailah sebuah petualangan................
Jalan dimulai dari masuk
sisi kiri wisata taman sari. Melewati sebuah gang kecil dan harus menunduk.
Kondisi jalan seperti ini
Pemandu memfilosofikan apabila masuk rumah harus menundukkan kepala dan
sedikit membungkukkan badan sejenak untuk menjaga kesopanan, maka akses / gang
sengaja dibuat sedemikian untuk orang yang datang apapun pekerjaannya,
jabatannya maupun keturunannya. Pemandu sambil bercanda menyarakan apabila akan
membangun rumah alangkah baiknya pintu rumah dibuat rendah supaya tamu yang
datang ada sopan santunnya termasuk jika presiden sowan ke rumah pun juga
menunduk (wkwkwk bisaaa.... aja nih Bapak, idenya brilian jugaaa yaa boleh juga
nih idenya klo mau bangun rumah). Masuk gang melewati perkampungan yang
jalannya sempit sama kayak jalan di rumah yang aku tinggali saat ini.
Sugeng Rawuh
Nah......... di perkampungan ini terdapat aturan untuk anak sekolah, yaitu
membatasi jam bermain supaya ada waktu untuk belajar. Keren yaaa....
Foto keluarga yang memfoto Bapak pemandu, terimaksih ya untuk foto yang
bagus. Jadi punya kenang-kenangan
Difoto sama adikk...
Oh iyaa... ini adalah bangunan yang pernah dibuat syuting film mak lampir
di Indosiar saat berlatih silat
Terkesan autentik dan kokoh yaaa untuk zaman sekarang.. J
Okayy.. next foto selanjutnya yaaa...
Cobaaa... tebak ini apaa yaa..
Mari aku jelaskan. Jadiii ini adalah dipan yang bentuknya seperti rumah
panggung untuk tidur para sultan zaman dulu mungkin terbuat dari semen atau
batu yang diukir terkesan mewah pada zamannya klo sekarang ini dipan terbuat
dari kayu. Ayooo perhatikan kenapa dibawah dipan ada lubangnya yang jumlahnya
tiga? Apa sih fungsinya?
Jawabannya...
Fungsi lubang ini dikasih kayu lalu api supaya tidak kedingianan saat tidur
dimalam hari apabila masih dingin dikasih perapian pada lubang kedua sampai
ketiga. Wow... keren yaaa pimikiran peradaban orang dahulu dan dipan terbuat
dari batu supaya tahan api. Mungkin api selain menghangatkan berfungsi sebagai
cahaya penerang di malam hari. Teman-teman ada yang tertarik membuat tempat
tidur seperti ini? Mungkin cocok yaa klo daerah rumahnya di pegunungan, awas
hati-hati yaaa jangan sampai terjadi kebakaran saat menyalakan api.
Konon kata pemandu tahun 2006 tempat tersebut masih ditiduri sultan dan
2006 terjadi gempa diyogyakarta. Waktu itu dipagi hari saat anak-anaknya sedang
tidur sedangkan orang tua sudah berangkat bekerja. Anaknya tertimpa reruntuhan
dan meninggal di tempat tersebut. Duh... jadi sedih+merinding.
Gambar diatas merupakan sumur tua. Klo teman-teman berkesempatan kesana
lihat dalam sumur dan sipitkan mata, maka yang terlihat adalah koin. Memang
sengaja dikasih koin ibaratnya sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur atas
rezeki yang diberikan oleh sang mahakuasa. Boleh percaya boleh enggak kata
pemandu klo malam jumat air sumur yang surut akan naik keatas.
Bapak memandu melihatku foto-foto lalu bilang “mba kmu suka foto-foto yaaa?
Sini tak fotoin dan duduk disitu ya”
Tadaaa ini hasilnya
Bagus yaa hasilnya.... Enggak usah beli figura klo foto disitu kata bapak
pemandu wkwk
Inilah foto keluarga yang menurutku aesthetic...
Gambar abdi dalem keraton
Kampung Cyber
Saat Mark Zuckerberg tahun 2014 datang warga kampung cyber terkesan biasa
saja dan tidak bergumulan meminta foto, karena tidak tau itu Mark zuckerberg
dan Zuckerberg bisa liburan serta jalan-jalan dengan santai. Warga mengira
Zuckerberg adalah turis biasa yang mengunjungi kampung cyber. Zuckerberg
penasaran dengan warga yang menggunangakn internet untuk kehidupan sehari-hari.
Zuckerberg juga mengobrol dengan warga sekitar di pos ronda.
Penjual oleh-oleh sekitar kampung cyber yang suasananya romance
Cerita cukup sampai disini.....
Karena harus perjalanan dari Yogyakarta menuju Semarang disambi menyimak
zoom dan Quis yang harus dikerjakan. Keesokan paginya haru kerja
Padahal rencana mau ke keraton
Semoga lain waktu ada kesempatan mengunjungi Yogyakarta
Terimakasih sudah dipertemukan oleh Bapak Pemandu dan segala ceritanya yang
mengesankan. Tuhan selalu mempertemukan dengan orang yang yang tepat dan
diwaktu yang tepat pula
By: Ekanoviy13













Komentar
Posting Komentar