Episode Perjalanan

        Haiii blog.. mari mulai menulis pertama ditahun 2024 dan 3 bulan lagi akan berganti tahun, terakhir mengisi cerita blog November 2023. Wih.. sudah sebelas bulan lamanya ternyata. Mengenai episode perjalanan kali ini banyak hal yang sudah dilalui dan merupakan suatu hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Akan ku mulai ceritaku di Kota Tepian pulau Borneo. 
     Saat pelajaran ilmu pengetahuan sosial pada masa Sekolah Dasar pernah dong baca gunung tertinggi di Indonesia, sungai terpanjang di Indonesia, pulau terluas di Indonesia hihihi jadi flashback mengenai pelajaran. Pasti pada tahu kan ya mengenai sungai terpanjang di Indonesia yang pertama adalah sungai Kapuas dan sungai terpanjang kedua sungai Mahakam. Mengenai pulau terluas di Indonesia yaitu pertama pulau Papua dan yang kedua pulau Kalimantan. Nah.... saat ini sedang berada di sungai terpanjang dan pulau terluas kedua di Indonesia apalagi kalo bukan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sebelumnya hanya baca tulisan dan lihat gambar di buku LKS (Lembar Kerja Siswa), sekarang bisa melihat secara langsung.
Sungai Mahakam


        Kenapa sih kok tiba-tiba di Samarinda? Hal ini berawal dari mutasi kerja yang mengharuskan untuk pindah ke Samarinda, jadi mau tidak mau harus mengikuti aturan perusahaan. Keluar dari zona nyaman untuk menemukan zona nyaman lainnya (memperluas zona nyaman) bukan hal mudah namun bukan berati tidak bisa. Harapan pertama saat pindah “semoga dipertemukan dengan orang-orang baik”. Alhamdulilah berkat dan rahmat dari Tuhan sampai saat ini bisa survive selama 2 bulan ini di Kota Tepian. Episode perjalanan ini dimulai tanggal 8 Agustus 2024. Pukul 06:00 harus otw ke Bandara Ahmad Yani, karena keberangkatan pesawat pukul 07:10 diantar sama keluarga. Ini adalah pengalaman pertama naik pesawat. Pesawat delay 1 jam, saat menunggu teman kerja di semarang pada menayakan keberangkatanku. Aku bilang masih di Bandara Ahmad Yani, karena pesawat delay, kemudian disamperin sama mba heppy. Mba heppy ini istri dari teman kerja yang kebetulan atau mungkin ditakdirkan kerja di Bandara Ahmad Yani. Kami saling bercerita banyak hal, sehingga tidak bosan menunggu di Bandara.
Bandara Ahamd Yani Semarang


        Sampailah di Bandara Sultan Haji Muhammad Sulaiman Sepinggang Balikpapan. O iya dari Semarang ke Samarinda tidak ada penerbangan secara langsung, maka dari itu turun di Balikpapan. Sampai di Bandara langsung mencari travel Kangaroo untuk menuju ke Kota Samarinda, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3 jam. Melewati jalan tol yang kanan kiri terdapat hutan dan hujan deras mengguyur selama perjalanan suasana menjadi sejuk, tertidur deh jadinya hehehe.
semoga bisa kembali ke Jawa entah masih di tempat kerja yang sama atau di tempat kerja lain

        Tiba di Samarinda langsung menuju tempat kerja, lalu diatar ke tempat kos. Baiklah menjadi anak rantau dimulai hehehe... Banyak barang yang harus dibeli untuk keperluan kos. Awalnya mengenai makanan enggak begitu cocok tapi lambat laun bisa menemukan makanan yang sesuai dengan kondisi lidah. Satu bulan pertama cuma kenal teman kerja saja dan alhamdulilah bulan kedua sudah ada teman kos walaupun 1, kamarnya di depan kamarku. Dia asalnya dari Palu, jauhhh juga ya.
Kos Arafah

        Mengenai pulang... upss baru 2 bulan sudah ngomongin pulang hehehe, jangankan 2 bulan baru tiba bandara saja langsung kepikiran pulang, namun yang namanya hidup harus dijalani dulu enggak sih... aku selalu berdoa semoga bisa balik ke Jawa entah berada di Perusahaan sekarang maupun akan berkarir dan mencari rezeki ke tempat lain. Oohh iyaa sebelum berangkat ke Samarinda aku dikasih hadiah Mukena dari teman kerja di Semarang. Mungkin ini cara Tuhan supaya tidak meninggalkan sholat. 

 Mengenai cerita-cerita di Samarinda akan aku update next time......:) 

 Regards, 
Eka Noviyanti

Komentar