Sebuah drama kehidupan dan orang-orang pendukung drama. Terkadang tanpa disadari sebuah drama telah menjadi bagian realita kehidupan seseorang. Orang-orang memerankan drama kehidupan sesuai keinginan mereka masing-masing dengan berbagai banyak alasan. Hmm.. memang banyak topeng yang berkeliaran di luar sana termasuk diri sendiri. Kadangkala keengganan menerima kehidupan yang pahit membuat seseorang jatuh hati terhadap drama kehidupan.
Ada beberapa hal kisah drama kehidupan yang sebenarnya mampir di realita kehidupan.
Kisah I
Seorang anak yang cuek seperti acuh tak acuh ketika dinasihati orang tua. Orang tua yang menasihati anak dengan cara ngeggas atau terkesan membentak. Padahal dalam hati orang tua itu lembut dan orang tua berbicara tegas sedikit ada unsur bentakan bermaksud mengguggah hati sang anak. Supaya anak tersebut memiliki kehidupan yang lebih baik sesuai harapan orang tua. Orang tua itu berharap anaknya berbicara ketika dinasihati bukan sekadar berkatan "YA" apalagi lebih parahnya hanya diam saja (menurut orang tua). Kadangkala orang tua merasa nasihat yang diberikan untuk sang anak tidak dihargai. Orang tua selalu berdoa dan selalu melakukan hal terbaik demi kehidupan anaknya.
Dibalik sikap cueknya sang anak ada suatu perasaan dan harapan yaitu ingin mewujudkan harapan orang tua menjadi kenyataan. Lantas mengapa sang anak memilih diam kadang kala hanya berkata "YA" saat dinasihati? Karena sang anak merasa batinnya tertekan dan lidahnya kelu untuk menimpali pembicaraan orang tua padahal demi ketulusan hati sang anak yang terlampau dalam ingin sekali rasanya berbicara suatu hal yang menenangkan orang tua dan berjanji untuk mewujudkan harapan orang tua. Namun ada perasaan ketakutan jika sang anak berbicara. Apa yang ditakutkan anak tersebut? Anak itu takut jika itu hanya omong kosong. Anak itu takut jika orang tua meremehkan dirinya, merendahkan dirinya. Kadangkala anak itu meneteskan air mata saat malam-malam sunyi dan orang-orang sudah terlelap dan meresapi rasa bersalahnya karena belum bisa mewujudkan harapan orang tua. Saat air mata mengalir deras anak itu sekuat tenaga menahan air matanya supaya esok paginya mata anak itu tidak membengkak. Namun konsekuensinya saat menahan derasnya air mata, perut anak itu yang menahan keperihan. Akan susah untuk dijawab jika ketahuan menangis, karena anak itu merasa Orang-orang disekitarnya tidak paham apa yang anak itu rasakan. Sebenarnya diam-diam sang anak bekerja keras dan sekuat tenaga untuk mewujudkan harapan orang tua sebelum orang tua menasihati sang anak. Hingga lelah perasaan, lelah pikiran dan lelah fisik menyapa sang anak. Dibalik kelelahan itu sang anak berusaha menjalani kehidupan sehari-hari dengan senormal mungkin dan sesantai mungkin di depan sang orang tua. Padahal jiwanya sedang kacau balau. Hal ini sengaja dilakukan supaya orang tua tidak merasa khawatir dengan kondisi sang anak. Karena sang anak sadar tugas, tanggung jawab dan beban yang diemban orang tua tidaklah mudah. Sang anak terus berusaha untuk mewujudkan harapan orang tua, karena kebahagiaan sang anak membuat sang orang tua tersenyum.
Dilubuk hati terdalam orang tua tanpa disadari sang anak sebenarnya orang tua tidak terlalu muluk-muluk atas pencapaian sang anak.
Sang anak merasa sang orang tua menaruh harapan besar terhadap dirinya.
Itulah sekilas kisah drama kehidupan sang orang tua dan sang anak.
Kisah II
Seorang gadis remaja yang punya sahabat sejak awal masuk kuliah. Gadis dan sahabat itu sangat akrab. Kemanapun selalu bersama. Hingga ada salah satu teman si gadis mengatakan bahwa sahabat si gadis bergosip dibelakangnya. Si gadis itu percaya kepada temannya karena sahabatnya akhir-akhir ini sering mengabaikannya.
Suatu hari sahabat itu meminta bantuan terhadap si gadis. Gadis itu tetap membantunya meskipun ada perasaan sebal. Hal itu dilakukan supaya tetap bersahabat tanpa merasa canggung. Si gadis selalu menasihati dirinya sendiri selama masih bisa membantu orang kenapa tidak dan selama diberi kesempatan oleh Allah untuk membantu kenapa tidak. Gadis itu selalu mengingat-ingat kebaikan sahabatnya supaya tidak membenci sahabatnya
Itulah kisah drama persahabatan
Sekian cerita fiksi dari saya semoga bisa bertemu di postingan berikutnya.
Terima kasih :)
By
Eka Noviyanti
Ada beberapa hal kisah drama kehidupan yang sebenarnya mampir di realita kehidupan.
Kisah I
Seorang anak yang cuek seperti acuh tak acuh ketika dinasihati orang tua. Orang tua yang menasihati anak dengan cara ngeggas atau terkesan membentak. Padahal dalam hati orang tua itu lembut dan orang tua berbicara tegas sedikit ada unsur bentakan bermaksud mengguggah hati sang anak. Supaya anak tersebut memiliki kehidupan yang lebih baik sesuai harapan orang tua. Orang tua itu berharap anaknya berbicara ketika dinasihati bukan sekadar berkatan "YA" apalagi lebih parahnya hanya diam saja (menurut orang tua). Kadangkala orang tua merasa nasihat yang diberikan untuk sang anak tidak dihargai. Orang tua selalu berdoa dan selalu melakukan hal terbaik demi kehidupan anaknya.
Dibalik sikap cueknya sang anak ada suatu perasaan dan harapan yaitu ingin mewujudkan harapan orang tua menjadi kenyataan. Lantas mengapa sang anak memilih diam kadang kala hanya berkata "YA" saat dinasihati? Karena sang anak merasa batinnya tertekan dan lidahnya kelu untuk menimpali pembicaraan orang tua padahal demi ketulusan hati sang anak yang terlampau dalam ingin sekali rasanya berbicara suatu hal yang menenangkan orang tua dan berjanji untuk mewujudkan harapan orang tua. Namun ada perasaan ketakutan jika sang anak berbicara. Apa yang ditakutkan anak tersebut? Anak itu takut jika itu hanya omong kosong. Anak itu takut jika orang tua meremehkan dirinya, merendahkan dirinya. Kadangkala anak itu meneteskan air mata saat malam-malam sunyi dan orang-orang sudah terlelap dan meresapi rasa bersalahnya karena belum bisa mewujudkan harapan orang tua. Saat air mata mengalir deras anak itu sekuat tenaga menahan air matanya supaya esok paginya mata anak itu tidak membengkak. Namun konsekuensinya saat menahan derasnya air mata, perut anak itu yang menahan keperihan. Akan susah untuk dijawab jika ketahuan menangis, karena anak itu merasa Orang-orang disekitarnya tidak paham apa yang anak itu rasakan. Sebenarnya diam-diam sang anak bekerja keras dan sekuat tenaga untuk mewujudkan harapan orang tua sebelum orang tua menasihati sang anak. Hingga lelah perasaan, lelah pikiran dan lelah fisik menyapa sang anak. Dibalik kelelahan itu sang anak berusaha menjalani kehidupan sehari-hari dengan senormal mungkin dan sesantai mungkin di depan sang orang tua. Padahal jiwanya sedang kacau balau. Hal ini sengaja dilakukan supaya orang tua tidak merasa khawatir dengan kondisi sang anak. Karena sang anak sadar tugas, tanggung jawab dan beban yang diemban orang tua tidaklah mudah. Sang anak terus berusaha untuk mewujudkan harapan orang tua, karena kebahagiaan sang anak membuat sang orang tua tersenyum.
Dilubuk hati terdalam orang tua tanpa disadari sang anak sebenarnya orang tua tidak terlalu muluk-muluk atas pencapaian sang anak.
Sang anak merasa sang orang tua menaruh harapan besar terhadap dirinya.
Itulah sekilas kisah drama kehidupan sang orang tua dan sang anak.
Kisah II
Seorang gadis remaja yang punya sahabat sejak awal masuk kuliah. Gadis dan sahabat itu sangat akrab. Kemanapun selalu bersama. Hingga ada salah satu teman si gadis mengatakan bahwa sahabat si gadis bergosip dibelakangnya. Si gadis itu percaya kepada temannya karena sahabatnya akhir-akhir ini sering mengabaikannya.
Suatu hari sahabat itu meminta bantuan terhadap si gadis. Gadis itu tetap membantunya meskipun ada perasaan sebal. Hal itu dilakukan supaya tetap bersahabat tanpa merasa canggung. Si gadis selalu menasihati dirinya sendiri selama masih bisa membantu orang kenapa tidak dan selama diberi kesempatan oleh Allah untuk membantu kenapa tidak. Gadis itu selalu mengingat-ingat kebaikan sahabatnya supaya tidak membenci sahabatnya
Itulah kisah drama persahabatan
Sekian cerita fiksi dari saya semoga bisa bertemu di postingan berikutnya.
Terima kasih :)
By
Eka Noviyanti
Komentar
Posting Komentar