Tanggal 9 November 2019
Tepat hari Maulid Nabi Muhammad SAW
Tepat hari Maulid Nabi Muhammad SAW
Hari itu saya dan keluarga (Bapak, Ibu, dan Adik) berencana pergi liburan. Sempat bingung milih pergi ke sekaten Kota Solo atau ke Candi Borobudur??? Akhirnya memilih pergi ke Candi Borobudur. Perjalanan ditempuh dengan naik Bus Ramayana.
![]() |
| Candi Borobudur |
Tibalah saya di area wisata Candi Borobudur. Waktu itu cuaca sangat terik. Banyak orang yang mencari rezeki dengan cara menjual cenderamata dan menyewakan payung. Sejujurnya saya merasa risih ada banyak penjual yang terus menerus menawari dagangan kepada saya, meskipun saya menolak tetap saja penjual tersebut mengejar-ngejar saya. Kemudian saya berusaha menolak dengan cara bertutur kata yang sopan dan halus sambil tersenyum. Karena saya sadar penjual tersebut mencari nafkah bukan hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk keluarga yang sudah menunggu di rumah supaya bisa bertahan hidup dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, saya sebagai konsumen sadar "tidak ada gunanya membeli barang yang tidak dibutuhkan".
Sebelum membeli tiket saya dan keluarga memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, karena belum sempat sarapan. Setelah selesai sarapan tiba-tiba ada Bapak tua yang menawarkan topi. Saya memperhatikan Bapak tua itu berjalannya pincang. Bapak tua masih semangat menawarkan topi dengan harga Rp 25.000. Kemudian Ibu saya menawar dengan membeli 3 topi dengan harga Rp 60.000. Bapak tua menolak, karena tidak mendapat laba. Akhrinya saya dan keluarga pergi meninggalkan Bapak tua itu. Karena, merasa tidak terlalu membutuhkan topi. Setelah berjalan beberapa langkah ada Ibu paruh baya yang kondisinya masih bugar menawarkan topi kepada saya dengan Rp 35.000. Kemudian saya menoleh ke belakang dan melihat Bapak tua itu. Kemudian Bapak tua menghampiri saya dengan langkah tertatih. Bapak tua masih semangat menawari topi dengan harga Rp 25.000 dan membuat Ibu paruh baya marah kemudian langsung pergi. Akhirnya Ibu saya membeli 2 topi dari Bapak tua itu untuk saya dan adik saya.
![]() |
| Ini Topinya :) |
Saya salut melihat Bapak tua itu. Saat sudah sepuh, fisiknya sudah ringkin dan jalannya pincang, Bapak tua masih semangat mencari rezeki dengan cara yang halal dan elegan. Padahal di sisi lain banyak orang yang tubuhnya masih sehat dan bugar malah memilih menjadi pengemis (bukan bermaksud menghakimi tapi itulah kenyataannya).
Saya menyesal, karena "Mengapa waktu itu saya tidak memberikan uang lebih untuk Bapak tua itu?". Sungguh waktu itu saya benar-benar tidak kepikiran untuk memberi uang lebih. Tapi kalau dipiki-pikir kembali waktu itu saya memang tidak membawa uang. Karena saya pergi bersama orang tua saya. Jadi, saya pikir tidak perlu bawa uang hehe....
PS: Selalu ada kesan sentimentil di setiap perjalanan
By:
Ig: ekanoviy13


Komentar
Posting Komentar