Hallo Good Looking ;)
Untuk yang Dunia
Permagangan Part II ini aku ingin bercerita, namun enjoy saja yaaa.... tidak
terkesan sekaku yang Dunia Permagangan Part I
Hari ini baru saja
menyelesaikan laporan PKL ku, sudah ku kirim juga via email dan masih menunggu
apakah ada yang perlu direvisi apa tidak J
Masih belum move on nih dari kegiatan PKL, sempat
mikir juga setelah ini mau ngapain yaaa? Bakalan gabut kah????? Padahal masih
ada step-step yang wajib diselesaikan satu per satu. Kegaitan kompre dan
skripsi, misalnya.
![]() |
| Proyek di KIW |
Aku sangat senang dan
bersyukur mempunyai pengalaman magang di TEIM. Selama magang alhamdulilah tidak
ada satu hari pun yang menganggur sehingga jurnal harian PKL ku ada coretannya
hehe..... Beradaptasi di tempat magang bukan hal yang sulit, karena stafnya
pada ramah-ramah. Banyak hal yang bisa dipelajari disini yang mana teori-teori
di perkuliahan dan parktik itu banyak yang berbeda. Jadi disini aku bisa
mengerjakan tugas secara real (nyata). Lebih seru melakukan praktik daripada
teori, karena praktiknya menyesuaikan kondisi lapangan sehingga bisa memacu
untuk berpikir kreatif, sedangkan teori itu terpacau pada buku gitu sih
hehe..... Namun bukan berarti meremehkan teori di perkuliahan yaaa hehe...
teori juga penting kok untuk membuat otak lebih produktif, karena otak akan
berusaha memahami apa yang ada di buku.
Meskipun magang di
divisi HRD, namun selama PKL tidak hanya mengerjakan bagian HRD. Kegiatan ku
juga membantu divisi akuntansi, logistik, ekspor impor, Quality Control, raw
material purchase, mengamati kegiatan-kegiatan produksi. Sehingga tidak monoton
dan mendapat ilmu dari manapun, tidak hanya terpaku pada bagian HRD saja. Meskipun
jurusan manajemen sumber daya manusia tidak menutup diri untuk membantu
kegiatan yang lain, karena tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya
dan banyak yang bekerja namun tidak sesuai dengan jurusannya.
Untuk uang saku
selama PKL tidak ada. Menurutku bukan suatu hal yang dipermasalahkan, karena
tujuan utama melaksanakan PKL, yaitu memenuhi SKS yang telah ditetapkan oleh
kampus dan ingin belajar suatu hal di dunia kerja. Disisi lain perlu membantu
dengan sepenuh hati, meskipun tidak ada uang saku. Karena aku mikirnya rezeki
itu datang dari mana saja dan tidak hanya berbentuk uang, misalnya bertemu
orang yang ramah, berangkat dan pulang magang diberi keselamatan, berkenalan
dengan orang baru dan menambah relasi, mendapat kepercayaan, mampu
menyelesaikan tugas, bisa beribadah, tidak merasa tertekan selama magang dan
masih banyak hal baik lain yang pantas untuk disyukuri. Bisa merasakan kegiatan
magang saja sudah suatu hal yang berkah.
Mengenai uang saku,
menurutku ini cukup relate saat sudah bekerja di sebuah company. Misalnya sudah
merasa melakukan pekerjaan dengan tingkatan 100 % namun ada hal lain yang
dirasakan yaitu penghasilan yang diterima hanya 50 % (mungkin hanya perasaan
saja hehe.....), anggap saja sisanya 20 % diberikan kesehatan dan keselamatan
jiwa dan fisik, 10% diberikan relasi yang baik (keluarga, teman, pasangan
mungkin hehe....), 10% bisa menjalankan ibadah, 10 % bisa menjalankan rutinitas
seperti biasanya jadi 20 % + 10 % + 10 % + 10 % + 50 % (gaji yang diterima) =
100%. Bersyukur itu penting, namun mengeluh itu suatu hal yang manusiawi.
Saat mengerjakan
tugas sering ada yang salah, namun alhamduliah masih dipercaya untuk
mengerjakan tugas selanjutnya. Salah itu terkadang bukan hanya suatu hal yang
negatif, karena jika tidak salah tidak akan pernah belajar yang terpenting ada
kemauan belajar dari kesalahan. Selain itu hal yang lain yang tidak kalah
penting adalah adanya ketulusan dan usaha yang maksimal saat membantu para
staff saat diminta tolong. Tidak meremehkan apapun itu tugasnya (sudah aku
jelaskan di dunia permaganagan part I).
Aku juga mendapat
teman baru dan mahasiswa magang juga dari Universitas Maritim Amni Semarang
mereka ini magang di divisi ekspor impor
![]() |
| Dari kira ya (Mas Ganang, Indah, Eka, Mas Ardi) |
Aku akan mengenalkan
satu per satu nih dari gambar diatas, kecuali Eka yaaa hehe.....
Mas Ganang
D3 jurusan tata
laksana, asalnya dari Magelang, sebelum kuliah pernah berlayar, orangnya kalau
enggak dipancing enggak akan cerita jadi harus dipancing dulu hehe....
Mas Ardi
S1 jurusan manajemen
transportasi, asalnya dari Solo, kesan pertama ketemu dengan mas yang satu ini
jujur aja ya songong banget namun setelah kenal, kenal, dan kenal sering
ngobrol juga ya ternyata orangnya beneran songong hehe......, tapi baik kok
kalau diminta tolong pasti ditolongin.
Selanjutnya.........
Untuk mas ganang dan
mas ardi enggak pernah nyesel pernah kenal kalian, walaupun kalian menyebalkan,
terimakasih untuk apapun itu semoga bisa
menjalin silaturahmi dan berjumpa lagi di lain kesempatan
Indah
Kenal waktu upacara
17 Agustus 2017 di kampus saat masih maba, jadi ceritanya
gini............................. (lain kali aja lah yaa skip dulu untuk cerita
yang ini)
Terimakasih indah sudah
menjadi partner PKL ku. Partner pontang-panting dari mengurus surat PKL, buat
proposal, minta tanda tangan dekan dan ketua jurusan, riwa-riwi cari tempat
magang dan sampai selesainya penulisan laporan PKL. Semoga bisa jadi partner
skripsweet juga dan bisa jadi partner-partner untuk hal yang lainnya.
Terakhir terimakasih
untuk semua karyawan TEIM dan semoga tetap bisa menjalin tali silaturahmi.
PS : apapun yang
ditulis dari hati pasti akan sampai ke hati


Komentar
Posting Komentar