Jeda

 

Hai...........

Tetaplah berusaha waras apapun harimu hehehe.............

Memberikan jeda dalam sebuah kisah pertemanan merupakan anugerah dan memang sewajarnya terjadi. Efek sampingnya adalah perasaan rindu. Bukan kemauan siapapun adanya jeda, namun keadaan yang memang seharusnya enggak lagi sama. Dinamika kehidupan itu cepat berubah. Jeda dalam hal ini bukan berarti enggak pernah selamanya bertemu kembali tetapi rentang waktu yang enggak bisa diprediksi kapan berjumpa kembali.



Dengan adanya jeda bisa lho menemukan suatu hal baru di luar circle pertemanan. Dan menyadari dunia itu luas, karakter orang itu beragam, potensi diri itu perlu digali, hidup enggak melulu tentang diri sendiri aja, menemukan hidden game itu mengasyikan. Biasanya jeda ini berlaku untuk pertemanan pada masa kuliah yang sama-sama saling support pada saat mengerjakan tugas kuliah, skripsi, sidang, revisi, graduation  kemudian sibuk dengan dunia kerja masing-masing. Benar juga yaa kata jerome pollin “Dipersatukan oleh pendidikan dipisahkan oleh masa depan”.

Masa kuliah itu hal terakhir kita bisa berteman dengan teman-teman yang seumuran dan pastinya ceritanya bisa related karena satu generasi. Klo sudah masuk dunia kerja harus bisa menyeimbangi dan beradaptasi dengan segala usia, karena akan bekerja sama dengan orang-orang yang bisa jadi seumuran dengan orang tua kita. Hal-hal baik Cuma diajarkan pada saat didunia kuliah dan sekolah. Saat di dunia kerja idealisme yang selama ini diajarkan dan direncanakan perlahan runtuh kemudian ditampar sama yang namanya realita. Hidup teratur itu yaa pada saat sekolah dan kuliah aja. Setelah itu hidup rasanya begitu cepat berubah aja.

Yang pantas disyukuri adalah setelah jeda dipertemukan kembali dengan circle pertemanan dan saling bercerita tentang kehidupan masing-masing setelah sekian lama tidak bertemu. Terimakasih sudah meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukan yang memang tak akan pernah terulang kembali.

 

 


Komentar