Hallo.........................
Waktu merupakan suatu hal yang berharga karena tidak
terulang kembali. Senang dan merasa nano-nano untuk waktu yang telah diberikan.
Terimakasih telah bersedia datang dan menyempatkan waktu. Terimakasih untuk
effort di hari itu. Ini salah satu momen yang menyenangkan dan juga terselip
perasaan bersalah tentu saja juga perasaan malu. Maaf yaa jika kurang
menyambutmu dengan baik yang telah datang jauh-jauh dari tempat lain,
sejujurnya sedang berusaha memberikan yang terbaik yang ku bisa.
Senang mendengar curhatanmu setelah sekian purnama tidak
berjumpa. Terimakasih atas kepercayaan dari cerita yang telah disampaikan. Jujur
senang mendengarmu. Berharap dirimu mendapatkan hal-hal yang terbaik dari Tuhan
mengenai harapan-harapan yang dipanjatkan. Oh...iya di hari itu harusnya bukan
dirimu yang menyiapkan jamuan tapi aku sebagai tuan rumah. Tapi dirimu yang
tetap teguh untuk menyiapkan jamuan, jadi merasa tidak enak. Ingin rasanya
bergantian yang menyiapkan jamuan, tapi apakah takdir akan memberi
kesempatan???? Aku harap iya.
Berharap pertemuan di hari itu bukan kebetulan melainkan
takdir dari Tuhan. Walaupun ada perencanaan untuk berjumpa. Maaf yaa jika
meninggalkanmu begitu saja dan tidak menunggu sampai pulang. Aku punya alasan
yang cukup kuat untuk melakukan hal itu, setidaknya cukup kuat untuk diriku
sendiri. Sempat berpikir sudah tidak ingin lagi berjumpa denganku. Berhari-hari
kemudian malah ada ajakan keliling kota...... duh....... merasa dipermainkan
oleh takdir. Apakah terwujud keliling kota??? Aku pasrahkan kepada yang kuasa. Tapi aku yakin namanya takdir tidak akan bermain-main dengan
semesta dan segala isinya.
Hai guys maaf apabila cerita diatas tidak jelas. Aku menulis ini karena
merasa hampa.
Regrads,
Eka noviyanti

Komentar
Posting Komentar